Photobucket

085840316900

Rabu, 11 Februari 2009

The Tarik Jabrix Part 1



CACA SUTARYA A.K.A CACING (TRIA CHANGCUT, Vokalis THE CHANGCUTERS), a natural born leader yang enerjik, ingin menjadi anggota THE ROAD DEVIL, Geng Motor paling brutal dan ditakuti di Kota Bandung. Tapi ia tidak sampai hati untuk melakukan ujian yang diberikan karena tidak sesuai dengan hati nuraninya


Akhirnya ia mengajak teman-teman dekatnya DADANG MODIP (Drummer THE CHANGCUTERS), COKI & CIKO (Guitar THE CHANGCUTERS) serta MULDER (Bassist THE CHANGCUTERS). Mereka membentuk geng motor dengan nama The TariX JabriX yang nongkrong di BENGKEL SUGEMA milik Pak Rohim (Sellen Fernandez), Ayah Dadang. Seorang cewek magang di bengkel itu, namanya Mayang (Francine Roosenda). Teman-teman Dadang naksir sama Mayang. Sementara Cacing sedang mendekati CALLISTA (Carissa Putri), primadona sekolah
Tapi Callista sering dijemput cowoknya, Valdin (Andrew), temen kakaknya, Max (Ario Bayu) pentolan The Smokers, Geng Motor Gede. Diam-diam Callista menaruh hati pada Cacing yang dianggap lucu, menyenangkan dan enak diajak ngobrol


Kedekatan Callista dan Cacing membuat hubungan Callista dan Valdin renggang, Valdin tidak terima. Akhirnya The TariX JabriX berseteru dengan The Smokers. Cacing memberitahu Callista bahwa ada anak buah kakaknya yang membawa narkoba. Cacing dkk berinisiatif untuk membongkar kasus ini, setelah Callista mengatakan bahwa The Smokers adalah geng motor yang bersih


Niat baik The TariX JabriX untuk membongkar kasus ini lagi-lagi mendapat halangan dari Valdin dan Max. The Smokers merasa bahwa Cacing hanya cari gara-gara. Kedua geng ini berseteru, mereka siap tawuran meski jumlah The Smokers lebih unggul dan persiapan Cacing hanya satu hari. Berhasilkah Cacing dan The TariX JabriX melawan tantangan The Smokers?
  • Tekan tanda di sabelah kiri Volume untuk memperbesar

Tria Changcut NGefans sama Armand Maulana "GIGI"



Tria Changcut NGefans sama Armand Maulana "GIGI"


Trialisme... Tau Gk sih Lw, Klo ternyata Kang Moch. Tria Ramadhani a.K.a TRIA CHANGCUT vokalis The CHangcuters itu adalah fans berat ARMAND MAULANA vokalis band legendaris "GIGI". Saking menggilai KAng ARMAND, waktu The cHangcuters manggung di BRI DIHATI, kang tria sempet Tertunduk lemas ketika kang ARMAND keluar ngasih kejutan. 


Ternyata TRIA mengaku klo dia sangat menggilai Kang ARMAND "GIGI", ketika di tanya Rasanya Ketemu ARMAND, kang tria menjawab "Rasanya... rasanya Tau gitu saya gk usah ngelempar MIc". memang ketika The CHangcuters menyanyi, Kang tria yang biasa ngelempar MIc itu tiba-tiba meleset dan Micnya pun jatuh.


Gaya kang Tria yang sering menyanyi sambil ngelempar Mic dari tangan satu ke satunya itu memang mengikuti gaya ARMAND, "Ini gurunya (armand.red) yang ngajarin saya, mungkin dia juglingnya lebih jago" sambung Tria.


Armand pun berkomentar tentang The CHangcuters, "Gw ngeliat The CHangcuters pas Lagu yang ada arielnya itu (Pria idaman wanita, red), W dah punya Feeling  grup ini Gokil dan pasti suatu saat akan masuk ke dunia musik indonesia".


Tria pUn membalas "karna The changcuters gk salah berguru sama GIGI", kata kang Tria. "Coba berguru sama Ki JOKO BODO, Bisa jadi ketik reg spasi". Imbuh Tria sambil tertawa.


Dan Tria pun sangat menghorMati Armand maulana sebagai Guru besarnya. Semoga The Changcuters dapat meniru GIGI yang dapat bertahan 13 tahun didunia musik indonesia.


Untuk itu bagi para CHANGCUT RANGERS, sebagaimana idola kita mengidolakan GIGI, sepatutnya CHANGCUT RANGERS juga Hormat dan RESpect dengan GIGIKITA.


Hidup CHANGCUT RANGERS dan GIGIKITA !

Mandiri Ala Dipa "The Changcuters"





Mandiri Ala Dipa "The Changcuters"

TINGGAL jauh dari orang tua juga dialami sama Dipa, bassis The Changcuters. Bahkan sampai saat ini, Dipa harus tinggal jauh dari orang tua karena pekerjaannya lebih banyak di Pulau Jawa. "Saya enggak tinggal lagi sama orang tua di Medan dan mulai ngekos sejak masuk kuliah semester satu, tahun 2000. Yang beneran ngekosnya cuma enam bulan, terus bareng sama temen-temen ngontrak rumah. Bisa dibilang ngekos juga, tapi bareng sama temen-temen yang kenal deket," kata Dipa.

Buat Dipa, ngekos ataupun tinggal di rumah enggak ada bedanya tuh. "Apa yah, tinggal di rumah sama ngekos sebenernya sama aja sih, tergantung orangnya juga," kata salah seorang pemain film "The Tarix Jabrik" ini.

Biasanya kalau denger kata kos, yang muncul di benak orang-orang itu bebas. Apa iya, anak kos lebih bebas dari anak rumahan? "Kalau dibilang bebas sih iya, tapi yah bebas yang biasa aja, yang wajar aja. Walaupun emang tergantung orangnya juga. Paling yang lebih bebas buat anak kos itu, keluar rumah kapan aja. Kalau di rumah kan kalau mau keluar rumah harus izin orang tua dulu," kata Dipa

Soal ngekos atau enggak itu memang pilihan dan ketika memutuskan Belia kudu punya alasan yang tepat, kayak kata Dipa. "Kalau masih SMA, tetapi udah memutuskan buat ngekos bagus-bagus aja. Asal harus bener alasannya, misalnya dia ngekos karena alasan ingin bisa lebih mandiri nah itu bagus. Tapi kalau ngekos cuma pengen lepas dari pantauan orang-tua, nyari bebas-bebasnya aja, wah itu yang enggak bener. Jadi kembali ke orangnya masing-masing juga," kata Dipa.

Walaupun Dipa bilang ngekos sama di rumah sama-sama aja, tapi kalau Bulan Ramadan dateng emang ada satu hal yang bikin Dipa inget rumah. "Kalau jadi anak kos, waktunya sahur sama buka suka sendirian. Kalau di rumah kan bareng-bareng. Paling itu yang kerasa bedanya, antara kalau kos sama tinggal di rumah," kata Dipa.

Nah, kalau soal makanan sahur dan buka Dipa enggak bingung, dia lebih milih buat masak sendiri. Serius bisa masak? "Bisa masak dong! Masak mi instan sama masak air buat bikin teh," kata Dipa sambil ketawa. "Sebenernya lebih enak masak makanan sendiri walaupun seadanya aja. Tapi tergantung sih, kalau emang lagi pengen masak ya masak kalau lagi pengen makan apa gitu ya beli aja," lanjut Dipa.

Ngomongin soal rumah, ada nih yang bikin ngekos enggak enak banget. "Kalau kita lagi sakit, terus kita sendirian. Walaupun tinggal sama temen-temen mereka kan enggak selalu ada. Kalau di rumah kan ada keluarga," keluh Dipa. Kayaknya gara-gara ngomongin rumah Dipa jadi kangen rumah. Rencananya dia bakal pulang ke Medan Lebaran nanti. "Satu-satunya kesempatan buat ketemu keluarga di Medan itu paling kalau Lebaran. Kalau waktu masih kuliah sih setahun dua kali, Lebaran sama libur semesteran. Kalo setelah lulus sih paling Lebaran. Insya Allah setiap Lebaran saya pulang ketemu keluarga," kata Dipa. 

Sumber : Pikiran Rakyat Bandung

Dipa "The Changcuters" Ingin Jadi Dokter



Dipa "The Changcuters" Ingin Jadi Dokter
 

HAY, pasti tau dong sama grup band asal Bandung yang lagi naik daun? Itu lho, yang personelnya bergaya zaman dulu, baik pakaian, gaya rambut, maupun aksi panggungnya. Yap, mereka adalah The Changcuters!!! Nah, kebetulan beberapa waktu lalu warcil Putri Rahmani bertemu dengan salah seorang personel The Changcuters, Kak Dipa, di Bandung. Berikut petikan hasil wawancaranya yang diwarnai kelakar-kelakar ringan Kak Dipa.

Hallo Kak Dipa apa kabar?
Baik.

Boleh wawancara sebentar?
Boleh.

Apa hobi Kak Dipa?
Olah raga.

Selain bisa bermain gitar bass, apakah Kak Dipa bisa bermain alat musik lain?
Bisa, gitar elektrik.

Apakah menjadi artis adalah cita-cita Kak Dipa sejak kecil?
Dulu cita-cita Kak Dipa ingin menjadi dokter.

Apa pesan-pesan Kak Dipa untuk sobat-sobat pembaca Percil?
Kalau ada waktu luang, pergunakan untuk istirahat, perut jangan sampai kosong, jangan lupa minum multivitamin, mintai rida dari orang tua, jangan lupa kerjakan tugas-tugasnya di rumah, tidak di sekolah.

Terima kasih Kak Dipa atas waktunya.

Iya, sama-sama.


Sumber : Pikiran Rakyat Bandung

Senin, 09 Februari 2009

The Changcuters mampu memikat kaum hawa



The Changcuters mampu memikat kaum hawa

Tyas Mirasih akhirnya bicara blak-blakan soal Tria 'Changcuters'. Dara yang kerap menjalin hubungan dengan vokalis band top itu menggandengnya semalam.

Tyas bilang, Ia sempat tak mau mengaku pacaran dengan Tria. Katanya, lebih baik orang-orang mengetahuinya sendiri. Toh, ia tak punya kewajiban untuk buat pengumuman sedang pacaran dengan siapa.

Dara 21 tahun itu bilang, perasaannya pada Tria timbul sejak lama. Tepatnya saat Tyas dan Tria kerja bareng di film 'Tarix Jabrix'. 

"Dari awal kenal sampai jadi teman, dia baik. Paling penting bisa dekat dengan lingkungan (keluarga) dan bisa bikin gue nyaman. Gue sih orangnya tidak melihat tampilan luar," ujar Tyas usai resepsi Dennis Adishwara di Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).

Sementara Tria punya pendapat lain soal finalis Gadis Sampul 2002 itu. "Pokoknya dia keren. Saya sih sukanya sama yang keren-keren," Tria berseloroh disambung tawa.

Saat ditanya soal pernikahan. Keduanya bilang belum mempunyai rencana pasti. Namun hubungan mereka sudah diketahui kedua pihak keluarga. Tyas dan Tria bilang, biarlah mereka dan Tuhan yang tahu.



Kang DIPA dengan ANDARA EARLY

Sementara itu Belum hitungan Sepekan Andhara Early menjanda, namun presenter itu telah dekat dengan seorang pria, yang juga pembetot basis 'The Changcuters', Dipa. Benarkah?

Seperti terlihat Minggu (21/12) kemarin, saat grup band yang juga bermain dalam film The Tarix Jabrix manggung di Senayan.

Diantara ratusan penonton terlihat sosok Early hadir di konser itu. Kendati menonton dibawah terik panas matahari, perempuan yang pernah terganjal kasus pornografi itu terlihat sangat antusias menikmati acara itu dan setia.

Ketika disinggung apakah ada niat lain saat menyaksikan The Cangcuters manggung? Mantan istri Cessa David Lukmansyah tersebut menjawab santai," Wahh, gosip dari mana lagi nih? Gue kesini cuma untuk nonton konser, gue senang nonton acara musik karena bisa loncat-loncat,"ucapnya usai menoton acara itu.

Seperti diketahui, kabar kedekatan janda berusia 29 tahun ini dengan Dipa memang sudah lama terdengar. Tapi, hingga kini kabar tersebut belum bisa terbukti, tunggu saja?



Kang QIBIl dengan NINDY



Kabar kedekatan mereka sepertinya tidak di publikasikan, kabarnya mereka telah jadian pada 2008 silam, sempet putus nyambung. di FACEBOOK nindy, nindy pun pernah menulis "KANGEN MUHAMMAD IQBAL".

Masa KEcil KAng ALda



Masa KEcil KAng ALda

Nama lengkapku Arlanda Ghazali Langitan. Aku biasa dipanggil Alda. Aku lahir di Bandung, satu tahun lebih tua dari Qibil, atau tepatnya 8 November 1981.

Waktu kecil, aku termasuk anak yang pendiam. Meski pendiam, aku sering dijewer ibu karena kalau main sering sampai jauh dan bahkan hingga malam. Aku kadang sebal sama ibu, soalnya ibu tidak tahu kalau aku main sampai malam itu karena bermain di masjid. Sambil bermain, aku dan teman-temanku sekalian belajar mengaji di sana. Malah aku pernah hingga menginap di masjid setelah selesai belajar mengaji. Menurut aku, main hingga malam sambil belajar mengaji di masjid itu bukan hal yang negatif. Maka, aku cuek saja jika dimarahi ibu soal yang satu ini.

Sekolah pertamaku adalah TK Pertiwi 4 Antapani Bandung. Meski terbilang pendiam, aku bisa jahil juga lho! Aku pernah menjatuhkan teman dari ayunan hingga menangis keras. Tentu saja ibu guru marah padaku dan aku dinasihati macam-macam agar tak begitu lagi. 

Jika diminta menceritakan masa TK yang lainnya, aku sudah engga begitu ingat. Habisnya, sudah terlalu lama sih. Tetapi jika cerita waktu SD, ada sebagian yang masih aku ingat. Oya, aku bersekolah di SD Pertiwi 1 yang juga di Antapani.

Meskipun aku adalah anak pendiam yang kadang-kadang jahil, tetapi untuk urusan pelajaran aku jagonya lho! Aku memang tidak jadi juara kelas sewaktu SD, namun ketika kelas VI, aku pernah mengikuti lomba cerdas cermat mewakili sekolahku di tingkat Kota Bandung. Masih teringat bagaimana gugupnya aku dan dua rekanku yang lain ketika harus menjawab pertanyaan yang sulit.

Aku sangat senang mata pelajaran matematika. Bagiku, belajar matematika itu mudah. Tak salah jika aku mengidolakan Ibu Rosi, guru matematika ketika SD. Mungkin karena aku senang matematika, aku jadi tak begitu kesulitan ketika menjawab soal-soal Ebtanas. Maka dari itu, Ibu Rosi tanpa segan memberiku nilai 10 di STTB. Wow, aku sangat senang sekali! Itu kan nilai yang jarang diberikan, baik di buku rapor maupun di STTB. Apalagi aku mendapat nilai 94 untuk keseluruhan STTB, rasanya waktu itu aku ingin berjingkrak-jingkrak saja.

Nah, itu tadi cerita aku semasa TK dan SD. Aku punya pesan untuk semua, jangan pernah berkata matematika itu susah. Karena jika mau memahami, lama-lama kalian juga akan menemukan mudahnya belajar matematika.

Sumber : Pikiran Rakyat Bandung.

MASA keCIL kang QIBIL



MASA keCIL kang QIBIL

Beuh... Kang Qibil, Gitaris kita yang sexy ternyata Masih kekanak-kanakan yah. liat aja Video di atas. Haha... LUcu banget, oh ia. ini juga ada cerita masa kecil kang QIbil, baca dengan seksama.

Namaku Qibil. Di dalam band The Changcuters, aku dan Alda adalah gitaris kembar. Kembar karena kami sama-sama memainkan gitar dan memiliki potongan rambut yang mirip jamur. Gara-gara berambut jamur, kami jadi banyak dikenal orang. Sayangnya, banyak yang sering keliru memanggil kami. Kadang aku dipanggil Alda, dan begitu juga sebaliknya. Sebenarnya kami tidak terlahir kembar, bahkan kami pertama bertemu setelah menginjak bangku kuliah lho....

Nama lengkapku Muhammad Iqbal. Teman-teman mulai memanggilku Qibil ketika aku sudah besar. Aku lahir di Bandung, 10 Maret 1982. Ketika kecil, aku adalah anak yang aktif. Mungkin waktu kecil aku bercita-cita jadi pemain bola karena aku senang sekali bermain bola.

Sekolah pertamaku adalah TK Turangga Bandung. Meski sudah 21 tahun berselang, banyak yang masih kuingat ketika itu. Salah satunya adalah kenanganku akan Anisa. Dia adalah anak perempuan yang pertama kali kusenangi. Aku senang sekali jika bisa bermain bersama Anisa. Suatu kali, hari itu hari Sabtu, adalah jadwal sekolahku untuk makan jagung. Ketika sedang asyik makan jagung, kulihat Anisa beranjak dari tempat duduknya. Aku pikir Anisa sudah selesai makan dan akan mencuci tangannya. Segera saja cepat-cepat kuhabiskan jagung rebusku, sampai gigiku bergemelutuk karena harus menggigiti biji jagung yang masih banyak berkumpul dalam mulutku. Dan itu sengaja kulakukan agar bisa buang sampah bareng sama Anisa. Wah, jika ingat hal itu aku jadi terkenang Anisa. Sekarang sih, aku tidak tahu lagi keberadaan Anisa ada di mana.

Setelah TK, aku sekolah di SD Terang Bandung selama satu tahun. Karena keluargaku pindah rumah ke daerah Antapani, maka mulai kelas II aku bersekolah di SD Griba 2 Antapani. Kelakuanku tetap saja aktif. Namun, aku mulai sering berkelahi, bahkan dengan anak yang badannya lebih besar daripada aku. Alasan perkelahian itu paling sering karena rebutan mobil-mobilan. Walaupun nakal, aku selalu menempati peringkat atas di kelas, sehingga aku tidak melulu dicap sebagai anak nakal.

Itulah sebagian cerita masa kecilku. Aku punya lima pesan untuk semua. Satu, gunakan waktu luang untuk beristirahat. Dua, usahakan perut tidak sampai kosong. Tiga, jangan lupa minum vitamin. Empat, semua yang kamu lakukan harus disertai rido orang tua. Dan terakhir, jangan lupa mengerjakan tugas dari sekolah ya... 

Sumber : Pikiran Rakyat Bandung

KANG QIBIL "RAJA" FASHION




KANG QIBIL "RAJA" FASHION

HAHAI, Kang Qibil Gitaris yang SEXY, GILA DAN DI GILAI ini ternyata seorang designner, hampir Baju-baju yang TC gunakan dan SWM (Sandang Wow ma, red) do'i yang ngedesaign.

Fashion dan style band yang pernah merajai pensi Kota Bandung beberapa tahun lalu ini, emang dipegang oleh Qibil. "Kalau saya nemu gaya ini, terus kata saya keren, saya presentasiin. Pokoknya, saya tuh divisi research and development fashion-nya buat The Changcuters," ujarnya pada belia, sesaat sebelum mengisi acara ulang tahun di salah satu televisi nasional. Cowok yang sejak TK udah sadar fashion ini bilang, kalau fashion statement satu band itu penting banget. "Fashion di band itu udah kayak genre lah. Berjalan beriringan dan saling memengaruhi," katanya.

Omongan Jarvis Cocker tentang fashion dan band, menjadi acuan Qibil. "Saya tuh suka dan setuju banget sama quote-nya Jarvis Cocker yang bilang gini: ‘I think stylists for bands should be illegal. The thing about a band, for me anyway, is that it isn`t just to do with the music, it`s to do with an attitude. The way a band looks has a lot to do with that. I expect a band to write their own songs, and I also expect them to dress themselves. I think it`s cheating if you get someone else to do it for you. It just doesn`t seem right to me’".

Enggak salah juga kalau bandnya memercayakan urusan fashion pada cowok kelahiran 10 Maret 1982 ini. Soalnya, sejak kecil Qibil udah terbiasa untuk memadupadankan koleksi pakaian yang ia miliki. "Mama saya tuh orangnya sangat modis, selalu memerhatikan ke-matchingan anaknya. Trus, kalau beli baju, saya selalu ikut ke Palaguna Bandung, beli baju Chips tea, hehehe." ujarnya. Saking gemarnya memadupadankan pakaian, Qibil pun sering diminta untuk ngedandanin teman-temannya. "Dari SMA, banyak sih, temen-temen yang minta fashion advice dari saya, hehe. Misalnya beli ini yang bagus di mana, beli itu di mana bagusnya."

Semasa SMA, seragam putih abu-abu pun bisa dibikin gaya oleh Qibil. Tapi, untuk tampil gaya di sekolah, ada harga yang mesti dibayar. "Zaman saya dulu kan, indies lagi happening. Kemeja ketat, tetapi celana enggak se-extreme sekarang ketatnya. Rambut juga polem tea, makanya saya dari dulu paling sering dikejar-kejar guru. Jadi, berangkat sekolah harus sampe paling pagi biar enggak ketemu guru piket, heheh.." Pernah kena razia? "Pernah. Itu mah rasanya kayak kiamat hahaha… Dipotong enggak rata tea. Huaaaa!" 

Meski potongan enggak rata, enggak ada kamus enggak pede dalam diri Qibil. "Kayaknya saya enggak pernah ngerasa enggak gaya. Kalau menurut saya, saat saya paling gaya tuh pas ke kampus sama ke kondangan. Tapi, setiap saat saya sih ngerasa gaya, hehehe…" kata cowok yang senang berbelanja di Gedebage Bandung ini. Ketika belia tanya, band lokal mana yang gayanya paling oke menurut Qibil, jawabnya adalah "The Brandals dan White Shoes and The Couples Company. Saya senang dengan gaya klasik yang tetap in dari masa ke masa," kata penggemar kaus bergambar Gaban ini.

Gaya favoritnya Qibil sekarang juga enggak jauh dari nuansa klasik, warna hitam dan putih yang everlasting. "Sekarang saya lagi suka baju yang item-item gitu. Misalnya kaus belang hitam putih, vest, celana item, sepatu mencos. Kemeja polkadot item putih, jaket kulit atau trench coat. Kalo bosan, ganti lagi, tetapi tetap tematis," ujar penggemar sepeda motor klasik ini. Apa pun itu, kalau dipakai dengan percaya diri, pasti akan gaya. Bener nggak, kang QiBil? 

sumber: Pikiran Rakyat Bandung

  • Nb : Video di atas keren bener, kang Qibil muncul pas terakhir, pelototin mape abis dulu geh